Lewati ke konten
Pasar
IHSG 7.245,32 ▲ 0,84%USD/IDR 16.118 ▲ 0,12%BITCOIN $71.240 ▲ 2,31%NASDAQ 18.320 ▲ 0,45%EMAS $2.410 ▲ 0,60%MINYAK WTI $78,90 ▼ 0,33%NIKKEI 39.410 ▲ 1,02%
Ekonomi

Rupiah kembali melemah, Dolar hampir mendekati Rp 18.000

Senin (28/9/2026) — Nilai rupiah kembali melemah pada awal pekan di akhir September. dolar AS hampir capai Rp 18.000. Gubernur BI mengatakan bahwa lonjakan dolar ini diduga dipicu oleh meningkatnya suku bunga oleh The Fed.

Dewi Kartika· Koresponden Global··1 menit baca
Sumber : Unsplash
Sumber : Unsplash

Bersumber dari CNBC Indonesia yang mengutip data Refinitiv, nilai rupiah kembali merosot pada angka Rp 17.965/US$ atau melemah 0.53%. Penurunan ini sudah terjadi sejak awal ketika nilai rupiah menurun sebanyak 0.22% atau bernilai Rp 17.920/US$.

Menurunnya nilai rupiah bisa terjadi saat dolar AS menjadi lebih kuat terhadap berbagai mata uang dunia. Fenomena ini disebabkan salah satunya oleh naiknya suku bunga The Federal Reserve (The Fed) menjadi sebesar 25 basis poin dari persentase 3.75% - 4.00%, ungkap Gubernur BI Destry Damayanti. Meski begitu, BI mengatakan bahwa bank sentral AS The Fed kemungkinan akan kembali menaikkan suku bunga mereka sebanyak satu kali lagi pada kuartal IV tahun 2026 ini. 

Kebijakan itu nantinya juga akan kembali menekan mata uang negara lain termasuk Rupiah. Sehingga untuk mengatasi hal ini sejumlah bank sentral akan kembali memperketat kebijakan moneter untuk memperlambat laju inflasi. Destry juga mengungkap bahwa saat ini laju inflasi global telah menembus 4.6%.

Selain itu, ancaman inflasi ini juga dapat diakibatkan oleh naiknya harga pasokan energi akibat konflik Iran yang belum juga usai. Kenaikan suku Bunga AS tersebut juga berdampak pada arus modal asing yang masuk, hal ini terus jadi perhatian besar bagi BI untuk menjaga stabilitas eksternal terhadap nilai tukar rupiah yang terus tertekan.



GlobalEkonomi

Baca juga